Penyakit
Menular Seksual atau PMS adalah penyakit yang menyerang manusia dan
binatang melalui transmisi hubungan seksual, sek oral dan sek
anal. Kata penyakit menular
seksual semakin banyak digunakan, karena memiliki cakupan pada
arti orang yang mungkin terinfeksi, dan
mungkin mengeinfeksi orang lain dengan tanda-tanda kemunculan penyakit.
Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan juga
kelahiran dan menyusui. Penyakit Menular seksual yang dapat ditularkan memalui
seks secara anal dan oral tanpa pelindung kondom, dimana seks melalui anal
lebih beresiko karena sering menyebabkan pendarahan (Leaflet, 1998)
Perilaku yang dapat mempermudah Penularan Penyakit Menular seksual antara
lain : ( Kusniati, 1998)
a.
Berhubungan seks yang tidak aman (tanpa menggunakan
kondom)
b.
Ganti-ganti pasangan
c.
Prostitusi
d.
Melakukan hubungan seks secara anal. Perilaku ini
menimbulkan luka-luka atau radang memudahkan penularan PMS. Perlu diketahui
bahwa epitel mukosa anus relative tipis dan lebih mudah terluka dibanding
epitel dinding vagina.
Penting untuk diketahui bahwa kontak seksual tidak hanya hubungan seksual
melalui kelamin. Kontak seksual juga meliputi ciuman, kontak oral-genital dan
pemakaian “mainan seksual” seperti
Vibrator. Sebetulnya tidak ada kontak seksual yang dapat benar-benar disebut
“seks aman”. Satu-satunya yang
betul-betul “seks aman” adalah hubungan seks abstinensia. Hubungan seks dalam
konteks hubungan monogamy dimana kedua individu bebas dari IMS juga dianggap
aman. http://www.kesrepro.info/?q=node/312
Beberapa peluang dapat tekena PMS antara lain :
1.
Seks tanpa
pelindung
2.
Berganti-ganti
pasangan
3.
Mulai Aktif seksual
sejak usia dini
4.
Pengguna Alkohol
5.
Penyalahgunaan obat
6.
Seks untuk uang
7.
Hidup dimasyarakat yang Pervalensi PMS-nya tinggi
8.
Monogami serial
9.
Sudah terkena suatu PMS
10.
Cuma pakai pil KB untuk kontrasepsi.
Salah satu jenis penyakit menular seksual adalah Herpes Kelamin atau dalam
bahasa medisnya Herpes Simpleks. Penyakit menular seksual jenis ini disebabkan
oleh virus herpes simpleks (virus virus herpes hominis). (Ilmu Penyakit Kulit
dan Kelamin, 2007)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar